Sabtu, 09 Oktober 2010

Beberapa Penyakit Pada Tanaman Kedelai

Hai teman-teman sekarang saya ingin memmberikan pengetahuan tentang ilmu penyakit pada tanaman....ini saya informasikan karena sesuai dengan jurusan saya....mudah-mudahan bermanfaat yaaaaaaaaaaa......
A. Penyakit Karat ( Phakopsora pachyrhizi )
 Gejala Penyakit
Mula-mula terjadi bercak-bercak kecil coklat kelabu atau bercak yang sedikit demi sedikit berubah menjadi coklat atau coklat tua. Bercak tampak bersudut-sudut karena dibatasi oleh tulang-tulang daun didekat tempat terjadinya infeksi. Pada perkembangan tanaman yang selanjutnya setelah tanaman mulai berbunga bercak-bercak menjadi lebih besar atau kadang-kadang bersatu dan menjadi coklat tua bahkan kadang-kadang hitam.
Pada umumnya gejala karat mula-mula tampak pada daun-daun bawah yang lalu berkembang kedaun-daun yang lebih muda.

 Penyebab Penyakit
Penyakit disebabkan oleh jamur Phakopsora pachyrhizi. Phakopsora pachyrhizi mempunyai uredium pada sisi bawah dan atas daun, coklat muda sampai coklat, bergaris tengah 100-200 milimikron. Ujungnya berukuran 7,5-15 milimikron dengan panjang 20-47 milimikron. Uredium bentuknya seperti pignidium mirip dengan ‘ gunung api ‘ kecil. Uredium berbentuk bulat atau jorong. Dipusat bagian uredium yang menonjol terbentuk lubang yang menjadi jalan keluarnya urediospora. Urediospora membulat pendek, bulat telur atau jorong, hialin sampai coklat kekuningan.

 Daur Penyakit
Phakopsora pachyrhizi dapat menginfeksi banyak tanaman kacang-kacangan antara lain gude, kara pedang, kacang asu, orok-orok, bangkuang, buncis, kecipir, kacang uci dan kacang panjang. Phakopsora pachyrhizi tidak bertahan dalam biji.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi
Suhu optimum untuk perkecambahan urediospora adalah 15-25°C. Pada kedelai yang terinfeksi paling banyak adalah pada suhu 20-25°C dengan embun selama 10-12 jam. Penyakit karat yang lebih berat terjadi pada pertanaman kedelai yaitu pada musim penghujan.
ketahanan tanaman menurun dengan bertambahnya umur. Bercak karat bertambah banyak setelah tanaman berbunga ( Sudjono, 1977 ).
Antara umur panjang dengan ketahanan dan antara umur pendek dengan kerentanan terdapat korelasi positif. Ketahanan ternyata bersifat dominan dan ditentukan dua gen mayor.

 Pengendalian
1. Penanaman varietas yang tahan
2. Menanam kedelai secara serempak pada awal musim kemarau atau awal musim hujan dengan curah hujan maksimum 50 mm / 10 hari.
3. Pergiliran tanaman dengan tanaman yang tidak dapat tanaman inang Phakopsora pachyrhizi.
4. Penyemprotan dengan fungisida. Dalam masalah ini dapat dipakai beberapa macam fungisida seperti mankozeb
( Dithane M-45 ), klorotalonil ( Daconil ), tiofanat ( Topsin M ) dan benomil ( Benlate ).

B.Bercak Daun Cercospora ( Cercospora sojina )
 Gejala Penyakit
Pada daun terdapat banyak bercak yang khas. Bercak mempunyai pusat berwarna coklat muda atau kelabu dengan tepi coklat ungu atau coklat kemerahan. Daun yang mempunyai banyak bercak rontok sebelum waktunya.
 Penyebab Penyakit
Cercospora sojina yang juga disebut sebagai Cercospora daizu. Jamur mempunyai konidiofor yang keluar dari stroma yang tipis, hitam pucat, tidak bersekat atau bersekat jarang. Konidium hialin berbentuk tabung atau kumparan dengan ujung membulat, pangkal agak tumpul.

 Daur Penyakit
Cercospora sojina bertahan pada daun dan batang maupun pada biji. Konidium dipencarkan oleh angin khususnya pada waktu tanaman mulai masak. Jenis-jenis yang genjah sering terbebas dari penyakit ini.

 Pengendalian
Pengendalian penyakit karat kedelai dengan fungisida akan mengurangi bercak daun Cercospora juga. Atau dengan cara lain yaitu jangan menanam benih yang sudah sakit.


C. Penyakit Bisul Bakteri ( Xanthomonas campestris )
 Gejala Penyakit
Mula-mula pada daun terjadi bercak kecil berwarna hijau kekuningan dengan bagian tengahnya agak menonjol. Bercak mempunyai ukuran yang bervariasi dari satu bercak kecil hingga bercak besar yang tidak teratur yang terjadi karena bersatunya banyak bercak. Gejala bisul daun sering dikacaukan dengan gejala karat daun. Jika diperhatikan tampak bahwa pada bisul daun tidak terdapat lubang yang mengeluarkan spora seperti pada penyakit karat melainkan satu celah yang melewati pusatnya.
 Penyebab Penyakit
Penyakit bisul bakteri disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas campestris. Bakteri berbentuk batang dengan flagellum polar membentuk kapsula, tidak membentuk spora. Biakan berwarna putih kekuningan, bundar, permukaan dan tepinya halus serta berlendir ( Dickson, 1956 ; Macmud, 1985 ).

 Daur Penyakit
Bakteri mempertahankan diri pada sisa-sisa tanaman sakit dan dalam biji. Infeksi tanaman melalui mulut kulit dan hidatoda ( pori air ), bakteri lalu berkembang dalam ruang antar sel. Selama itu infeksi dapat terjadi melaui luka-luka. Pemencaran bakteri terutama terjadi karena percikan air hujan, terutama jika hujan disertai dengan angina deras.

 Faktor-faktor yang mempengaruhi Penyakit
Penyakit berkembang dalam cuaca basah dan suhu yang relative tinggi, dengan suhu optimum 30-35°C. Penyakit dipengaruhi oleh umur tanaman. Gejala penyakit biasanya mulai tampak pada tanaman kedelai setelah umur ± 40 hari setelah tanam dan makin parah dengan bertambahnya umur tanaman ( Anon, 1985 ).

 Pengendalian Penyakit
1. Menanam jenis varietas yang tahan.
2. Pergiliran tanaman
3. Tidak mengerjakan tanaman pada waktu daun-daun masih basah.


D.Mosaik ( Virus )
• Gejala Penyakit
Mula-mula tulag daun pada anak daun yang masih muda menjadi kuning jernih setelah itu daun menjadi tidak rata ( berkerut ) dan mempunyai gambar mosaik dengan warna hijau gelap disepanjang tulang daunnya. Tepi daun sering mengalami klorosis.
Tanaman sakit membentuk polong kecil, rata, kurang berbulu dan lebih melengkung. Akar tanaman sakit membentuk bintil akar lebih sedikit lebih kecil. Kandungan leghemoglobin rendah sehingga fiksasi nitrogen kurang ( Sudjono et al, 1983 ).

• Penyebab Penyakit
Penyakit disebabkan oleh virus yang disebut virus mosaik kedelai atau Soybean mosaik virus. Virus dapat menular secara mekanis, terbawa oleh biji tanaman sakit dan oleh beberapa macam kutu daun secara nonpersisten. Kutu daun yang dapat bertindak sebagai vektor antara lain Aphis glycines, Aphis craccivora dan Myzus persicae.
Virus mempunyai titik pemanasan inaktivasi 65-70°C selama 10 menit, titik pengenceran terakhir 1 : 1000-10000 ( Parman dan Triharjo, 1979 ). Virus mosaic kedelai termasuk golongan Potato virus Y dengan zarah berbentuk batang lentur dengan panjang rata-rata 750 nm. Dalam sel tanaman sakit terdapat badan asing yag mirip dengan cakra.

• Daur Penyakit
Virus mosaic kedelai dapat menginfeksi banyak tanaman khususnya yang termasuk tanaman kacag-kacangan, antara lain kedelai, buncis dan kacang panjang. Selain itu virus dapat menginfeksi secara sistemik pada gulma Borreria hispida.

• Pengendalian Penyakit
1. Menanam benih yang bebas virus.
2. Segera mencabut dan membinasakan tanaman kedelai yang terinfeksi.
3. Menanam varietas kedelai yang tahan terhadap infeksi virus.
4. Menggunakan varietas kedelai yang tahan terhadap penularan melalui benih.
5. Jika perlu menggunakan insektisida untuk mengendalikan kutu daun yang menjadi vektor virus.


Nahhhhhhhh itu lah teman-teman beberapa penyakit penting pada tanaman kedelai mudah-mudah dapat bermanfaat buat kamu yaaaaaaaaa.....selamat membaca!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar